TEKNIK KOMUNIKASI
ILMIAH
DAMPAK SAMPAH DAN CARA PENANGANAN YANG BENAR
Oleh
Inggit Sulistyowati
Ningrum (01161013)
TPB C
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan rahmat-Nya sehingga bisa menyelesaikan karya ilmiah
ini yang berjudul “DAMPAK SAMPAH DAN CARA PENANGANAN YANG BENAR”.
Karya ilmiah
ini disusun sebagai salah satu tugas
mata kuliah
teknik komunikasi
ilmiah. Karya tulis ilmiah ini dibuat
dengan berbagai observasi
dalam jangka waktu tertentu sehingga menghasilkan sebuah karya tulis ilmiah yang dapat di pertanggungjawabkan hasilnya.
saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar dalam karya tulis ini. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun itu sangat diharapkan.
Terima kasih dan
semoga karya tulis ilmiah ini dapat memberikan
kita manfaat positif bagi kita semua.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
...................................................................................................................2
BAB I PENDAHULUAN
.................................................................................................................... 3
1.1 Latar Belakang
.........................................................................................................................
3
1.2 Rumusan Masalah
...................................................................................................................
3
1.3 Tujuan Masalah .......................................................................................................................
3
BAB II PEMBAHASAN ...............................................................................................................
2.1 Pengertian Sampah ...................................................................................................................
2.2 Jenis-Jenis Sampah …...............................................................................................................
2.3 Dampak Yang Ditimbulkan Oleh Sampah ................................................................................
2.4 Penanggulangan Sampah Yang Benar ......................................................................................
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ......................................................................................................................
3.2 Saran
.........................................................................................................................................
Daftar Pustaka .................................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sampah adalah suatu barang yang sudah tidak terpakai lagi dan tidak digunakan lagi. Apabila tidak ditangani dengan benar akan menimbulkan bau yang tidak sedap, sumber penyakit, penyumbatan saluran air dan juga dapat menyebabkan banjir. Seiring berjalannya waktu maka di temukanlah penanggulangan untuk mengatasi sampah. Jika dulu sampah hanya di biarkan sampai menimbulkan bau tak sedap, sekarang sampah dimanfaatkan menjadi sumber penghasilan. Misalnya, sampah organik yaitu: sampah sisa-sisa makanan dijadikan kompos, pupuk dan lain-lain. Sedangkan sampah anorganikdiantaranya sampah plastik dijadikan kerajinan tangan atau di daur ulang.
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimanakah dampak yang ditimbulkan sampah terhadap lingkungan dan bagaimana penanggulangan yang benar?
1.3 Tujuan
· Mengetahui pengaruh sampah terhadap lingkungan
· Dan penanggulangan sampah yang benar bagaimana
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sampah
Sampah
adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa
atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam
pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan”.
Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.” (Istilah Lingkungan untuk Manajemen, Ecolink, 1996).
Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.” (Istilah Lingkungan untuk Manajemen, Ecolink, 1996).
Sampah
yang harus dikelola tersebut meliputi sampah yang dihasilkan dari:
1. Rumah tangga
2. kegiatan komersial: pusat perdagangan, pasar, pertokoan, hotel, restoran, tempat hiburan.
3. fasilitas sosial: rumah ibadah, asrama, rumah tahanan/penjara, rumah sakit, klinik, puskesmas
4. fasilitas umum: terminal, pelabuhan, bandara, halte kendaraan umum, taman, jalan,
5.Industri
6. hasil pembersihan saluran terbuka umum, seperti sungai, danau, pantai.
1. Rumah tangga
2. kegiatan komersial: pusat perdagangan, pasar, pertokoan, hotel, restoran, tempat hiburan.
3. fasilitas sosial: rumah ibadah, asrama, rumah tahanan/penjara, rumah sakit, klinik, puskesmas
4. fasilitas umum: terminal, pelabuhan, bandara, halte kendaraan umum, taman, jalan,
5.Industri
6. hasil pembersihan saluran terbuka umum, seperti sungai, danau, pantai.
2.2 Jenis-Jenis Sampah
Sampah adalah materi
sisa yang nilai gunanya sudah habis terpakai. Jenis sampah secara
umum dapat dibedakan menjadi 2, yakni :
1. Sampah Organik
Sampah organik adalah sampah yang
mudah terurai karena bahan-bahannya berasal dari tumbuhan maupun hewan tanpa
proses kimiawi. Contoh dari sampah ini : sampah dedaunan, buah busuk, kotoran
hewan, kotoran manusia, kentut dan serbuk kayu.
2. Sampah Non-Organik
Sampah ini kebalikannya
sampah organik, yakni sampah yang tidak mudah diuraikan sehingga
diberlakukan cara khusus untuk mempercepat proses penguraiannya. Contohnya
: sampah plastik, pecahan kaca, potongan besi, potongan tembaga,
botol kaleng bekas, limbah, asap pabrik atau asap motor dan ban bekas.
2.3 Dampak Yang Ditimbulkan Oleh Sampah
Sampah bila
berserakan dimana-mana akan menyebabkan lingkungan terlihat kotor dan apabila
jumlahnya sudah tidak terkendali sampah ini juga akan menimbulkan
pencemaran bahkan banjir. Berikut pencemaran yang disebabkan
oleh sampah :
·
Pencemaran air
Pencemaran air ini dapat ditimbulkan dari
limbah pabrik, maupun sampah rumah tangga. Limbah pabrik dan limbah
rumah tangga yang mencemari air ini dapat menurunkan kualitas air. Karena
warna, rasa, pH dan kandungan air tersebut sudah sangat jauh berbeda dengan air
yang tidak tercemar, sehingga air yang sudah tercemar oleh limbah sama sekali
tidak bisa digunakan untuk keperluan hidup manusia sehingga keadaan ini bisa
mengakibatkan berkurangnya pasokan air bersih untuk kelangsungan hidup. Penggunaan pestisida yang berlebihan juga
merupakan tindakan pencemaran, karena sisa-sisa pestisida yang berupa endapan
akan mengalir menuju ke sungai yang akhirnya akan membunuh ikan-ikan yang ada
di sungai tersebut.
·
Pencemaran udara
Masih seputar pabrik.
Biasanya pabrik yang memproduksi suatu barang, pasti akan memiliki sisa bahan
baku pemroduksian yang sudah tidak berguna lagi, sehingga pihak pabrik akan
membakarnya. Selain itu dalam proses pemroduksian terkadang suatu pabrik juga
memerlukan proses pembakaran. Pada kedua proses tadi, yakni pembakaran sampah,
dan pembakaran saat memproduksi suatu barang pasti keduanya menghasilkan asap
dari pembakaran tersebut. Asap tersebutlah yang mengakibatkan pencemaran udara.
Selain karena warnanya yang menggangu penglihatan, bau nya juga sangat tidak
sedap untuk dihirup sehingga mengganggu proses pernapasan.
Selain pabrik,
asap juga dapat ditimbulkan oleh kendaraan. Menurut penelitian terbaru, asap
putih yang dihasilkan oleh kendaraan yang menggunakan bahan bakar bensin lebih
berbahaya ketimbang kendaraan yang menggunakan bahan bakar solar, padahal
kendaraan yang berbahan bakar solar asapnya berwarna hitam, namun ini tidak
terlalu berbahaya bagi pernapasan, hanya warna asapnya yang sangat mengganggu
proses penglihatan. Yang tidak kalah
berbahaya lagi adalah asap rokok. Seperti yang diberitakan
di health.india setelah melakukan percobaan selama 5 minggu, asap
rokok itu jauh lebih berbahaya 16 kali lipat ketimbang asap yang ditimbulkan
oleh kendaraan. Hal ini disebabkan karena asap yang ditimbulkan rokok dapat
menimbulkan partikel-partikel halus yang berlipat-lipat terus jumlahnya yang
nantinya akan mengendap di dalam paru-paru.
·
Pencemaran Tanah
Salah satu jenis sampah yang
paling besar pengaruhnya dalam pencemaran tanah
adalah sampah plastik, hal ini disebabkan
karena sampah plastik membutuhkan minimal waktu 20 tahun untuk
terurai, bahkan sejenis botol plastik dan bahan-bahan plastik lainnya yang
lebih tebal membutuhkan waktu 100 tahun bahkan lebih. Bayangkan saja jika 1
orang saja membuang 1 sampah plastik per harinya, maka bisa
dipastikan ada 250 jutaan sampah plastik yang di hasilkan negara Indonesia. Dan
sampah itu baru bisa menghilang setelah 100 tahun, namun belum sampai 100
tahun, keesokan harinya sudah ada 250 juta sampah lagi, dan itu terus bertambah
setiap harinya. Jadi sudah tidak bisa dibayangkan, seberapa
banyak sampah yang telah mengotori bumi ini. Banjir di Ibukota besar seperti Bogor, Jakarta, Bandung disebabkan
oleh saluran-saluran air yang tersumbat oleh sampah yang dibuang sembarangan
oleh warga setempat. Sungai, selokan, maupun bendungan yang seharusnya terisi
oleh air ketika hujan tiba, namun telah dipenuhi oleh sampah, sehingga saat
hujan tiba sungai, selokan maupun bendungan sudah tidak bisa lagi menampung,
sehingga airnya meluap dan membanjiri jalanan.
2.4 Penanggulangan Sampah yang Benar
Dari sekian paparan
di atas, sampah tentunya dapat membawa masalah bagi kita jika kita
tidak mengaturnya dengan baik. Namun jika kita mau berusaha untuk berdisiplin
mengelola sampah dan mau membuangnya di tempat yang seharusnya, tentunya
pencemaran akibat sampah dapat dihindari, contohnya dengan cara
sebagai berikut.
v Recycle
dan Reuse
Di negara-negara maju, seperti Amerika,
dan Eropa mereka menjalankan program “Go Green” dengan cara memperkecil
penggunaan plastik. Saat kita membeli jajanan di sana, kita pasti diberikan
kantong yang berasal dari kertas recycle (daur ulang) yang berwarna coklat
untuk tempat makanan kita, meski kertas daur ulang kertas ini cukup aman untuk
tempat menaruh makanan. Selain itu,
jika masyarakat disana perlu menggunakan plastik, misalnya saat berbelanja,
maka mereka akan membawa kantong plastik sendiri dari rumah, dan kantong
plastik itu akan mereka reuse (gunakan berulang-ulang) sampai sudah tidak bisa
dipakai lagi. Di Indonesia sendiri
sudah dipakai kantong dari kertas ini, hanya saja baru digunakan di toko-toko
yang menjual baju, maupun aksesoris, belum merambah ke pedagang kecil. Selain itu, di Korea Selatan, jika
masyarakatnya selesai berbelanja dari supermarket, mereka akan mengepak barang
belanjaan mereka dengan kardus, sehingga dengan begitu, masyarakat disitu dapat
mengurangi penggunaan plastik.Selain itu kita juga bisa merecycle plastik
menjadi barang-barang yang bernilai jual, seperti menjadi tas, mantel, payung
dan yang lainnya.
v Memanfaatkan
kotoran hewan
Kita bisa memanfaatkan kotoran dari sapi,
kambing, maupun ayam sebagai pupuk organik. Yang tentunya pupuk ini sangat aman
digunakan karena tidak mengandung bahan-bahan kimia, seperti pupuk yang di jual
di pasaran. Selain itu, dengan memanfaatkan perkembangan tekhnologi yang ada,
kotoran sapi, maupun babi sudah bisa diolah menjadi suatu bahan bakar, entah
itu untuk mesin maupun untuk bahan bakar memasak.
v
Memberlakukan hukuman tegas bagi orang yang
membuang sampah sembarangan
Kamera pengintai dipasang di tempat-tempat yang rentan akan
orang yang membuang sampah sembarangan
di Negara Singapura. Jika tertangkap kamera itu, mereka akan di kenai denda 500
dollar Singapura (sekitar 5 juta Rupiah) selain itu akan dipenjarakan, mendapat
konseling, dan juga muka mereka akan terpampang di media cetak dan elektronik. Kemudian di Thailand, jika mereka membuang sampah permen
karet sembarangan, pelakunya akan dikenakan denda sekisaran 6 juta rupiah.
Mungkin hal ini dapat diberlakukan di Indonesia agar semua orang mau
membuang sampah pada tempatnya. Dan
yang paling penting dari hukuman itu adalah membiasakan seseorang sejak kecil
untuk membuang sampah pada tempatnya, sehingga jika sudah dewasa
nanti mereka sudah terbiasa membuang sampahpada tempatnya. Selain
membuang sampah pada tempatnya kita juga harus memisah-misahkan
sampah antara botol kaca, kaleng, plastik dan sampah organik, agar lebih mudah
nanti merecycle maupun menguraikannya.
v Mengurangi
penggunaan kendaraan pribadi dan tidak merokok
Dengan menggunakan kendaraan umum kita dapat mengurangi
pemroduksian asap dari bahan bakar bensin, sehingga kita dapat mengurangi
pencemaran udara yang ada sekaligus menjaga ozon kita agar tidak terus menipis.
Tidak merokok juga sangat membantu dalam mengurangi pencemaran yang ada, karena
asap rokok ini jauh lebih berbahaya ketimbang asap kendaraan.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sampah merupakan barang sisa yang sudah
habis masa gunanya. Secara umum dapat dibedakan menjadi 2 yakni sampah organic
dan sampah nonorganik. Dan yang paling bermasalah bagi kehidupan manusia adalah
sampah nonorganik karena sampah ini sangat sukar terurai menjadi tanah,
sehingga dapat menyebabkan penumpukan sampah. Sebagian orang pun juga tidak
perduli tentang tata cara pembuangan sampah, ada yang membuangnya ke sungai,
selokan, ke kebun, dan ada juga yang membuangnya begitu saja di pinggir jalan.
Selain secara estetika hal ini sangatlah buruk, pembuangan sampah seperti itu
juga dapat mengakibatkan pencemaran dan juga banjir.
Oleh
karena peraturan harus ditegaskan agar tidak ada orang yang membuang sampah
sembarangan lagi. Dan yang paling penting adalah kita membuang sampah pada
tempatnya itu haruslah berdasarkan kesadaran dan kedisiplinan dari diri kita
masing-masing, karena dengan begitu tanpa disadari kita akan membuang sampah
dengan benar pada tempatnya meskipun di daerah tempat kita tinggal tidak ada
sangsi tegas mengenai itu.
Jika kita mau membuang sampah
pada tempatnya setiap saat, maka setiap saat juga lingkungan kita akan terlihat
bersih dan asri.
3.2
Saran
Cara
pengendalian sampah yang paling sederhana adalah dengan menumbuhkan kesadaran
dari dalam diri untuk tidak merusak lingkungan dengan sampah. Selain itu
diperlukan juga kontrol sosial budaya masyarakat untuk lebih menghargai
lingkungan, walaupun kadang harus dihadapkan pada mitos tertentu. Peraturan
yang tegas dari pemerintah juga sangat diharapkan karena jika tidak maka para
perusak lingkungan akan terus merusak sumber daya.
DAFTAR PUSTAKA