Selasa, 13 Desember 2016

TEKNIK KOMUNIKASI ILMIAH
KARYA TULIS ILMIAH



DAMPAK SAMPAH DAN CARA PENANGANAN YANG BENAR



Oleh

Inggit Sulistyowati Ningrum                 (01161013) 

TPB C



KATA PENGANTAR

       Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan rahmat-Nya sehingga bisa menyelesaikan karya ilmiah ini yang berjudul “DAMPAK SAMPAH DAN CARA PENANGANAN YANG BENAR”. Karya ilmiah ini disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah teknik komunikasi ilmiah. Karya tulis ilmiah ini dibuat dengan berbagai observasi dalam jangka waktu tertentu sehingga menghasilkan sebuah karya tulis ilmiah yang dapat di pertanggungjawabkan hasilnya. saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar dalam karya tulis ini. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun itu sangat diharapkan.
       Terima kasih dan semoga karya tulis ilmiah ini dapat memberikan kita manfaat positif bagi kita semua.

















DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR  ...................................................................................................................2
BAB I PENDAHULUAN  ....................................................................................................................  3
1.1 Latar Belakang  ......................................................................................................................... 3
1.2 Rumusan Masalah  ................................................................................................................... 3
1.3 Tujuan Masalah  ....................................................................................................................... 3

BAB II PEMBAHASAN ...............................................................................................................  
2.1 Pengertian Sampah ...................................................................................................................
2.2 Jenis-Jenis Sampah …...............................................................................................................
2.3 Dampak Yang Ditimbulkan Oleh Sampah ................................................................................
2.4 Penanggulangan Sampah Yang Benar ......................................................................................

BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ......................................................................................................................
3.2 Saran .........................................................................................................................................

Daftar Pustaka .................................................................................................................................















                                                                                                                        


BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang
           Sampah adalah suatu barang yang sudah tidak terpakai lagi dan tidak digunakan lagi. Apabila tidak ditangani dengan benar akan menimbulkan bau yang tidak sedap, sumber penyakit, penyumbatan saluran air dan juga dapat menyebabkan banjir. Seiring berjalannya waktu maka di temukanlah penanggulangan untuk mengatasi sampah. Jika dulu sampah hanya di biarkan sampai menimbulkan bau tak sedap, sekarang sampah dimanfaatkan menjadi sumber penghasilan. Misalnya, sampah organik yaitu: sampah sisa-sisa makanan dijadikan kompos, pupuk dan lain-lain. Sedangkan sampah anorganikdiantaranya sampah plastik dijadikan kerajinan tangan atau di daur ulang.

1.2   Rumusan Masalah
           Bagaimanakah dampak yang ditimbulkan sampah terhadap lingkungan dan bagaimana penanggulangan yang benar?

1.3   Tujuan
·      Mengetahui pengaruh sampah terhadap lingkungan
·      Dan penanggulangan sampah yang benar bagaimana
















BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Sampah
         Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan”.
Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.” (Istilah Lingkungan untuk Manajemen, Ecolink, 1996).
         Sampah yang harus dikelola tersebut meliputi sampah yang dihasilkan dari:
1. Rumah tangga
2. kegiatan komersial: pusat perdagangan, pasar, pertokoan, hotel, restoran, tempat hiburan.
3. fasilitas sosial: rumah ibadah, asrama, rumah tahanan/penjara, rumah sakit, klinik, puskesmas
4. fasilitas umum: terminal, pelabuhan, bandara, halte kendaraan umum, taman, jalan,
5.Industri
6. hasil pembersihan saluran terbuka umum, seperti sungai, danau, pantai.

2.2  Jenis-Jenis Sampah
       Sampah adalah materi sisa yang nilai gunanya sudah habis terpakai. Jenis sampah secara umum dapat dibedakan menjadi 2, yakni :
1.       Sampah Organik
Sampah organik adalah sampah yang mudah terurai karena bahan-bahannya berasal dari tumbuhan maupun hewan tanpa proses kimiawi. Contoh dari sampah ini : sampah dedaunan, buah busuk, kotoran hewan, kotoran manusia, kentut dan serbuk kayu.
       2.   Sampah Non-Organik
Sampah ini kebalikannya sampah organik, yakni sampah yang tidak mudah diuraikan sehingga diberlakukan cara khusus untuk mempercepat proses penguraiannya. Contohnya : sampah plastik, pecahan kaca, potongan besi, potongan tembaga, botol kaleng bekas, limbah, asap pabrik atau asap motor dan ban bekas.

2.3 Dampak Yang Ditimbulkan Oleh Sampah
        Sampah bila berserakan dimana-mana akan menyebabkan lingkungan terlihat kotor dan apabila jumlahnya sudah tidak terkendali sampah ini juga akan menimbulkan pencemaran bahkan banjir. Berikut pencemaran yang disebabkan oleh sampah :
·         Pencemaran air
Pencemaran air ini dapat ditimbulkan dari limbah pabrik, maupun sampah rumah tangga. Limbah pabrik dan limbah rumah tangga yang mencemari air ini dapat menurunkan kualitas air. Karena warna, rasa, pH dan kandungan air tersebut sudah sangat jauh berbeda dengan air yang tidak tercemar, sehingga air yang sudah tercemar oleh limbah sama sekali tidak bisa digunakan untuk keperluan hidup manusia sehingga keadaan ini bisa mengakibatkan berkurangnya pasokan air bersih untuk kelangsungan hidup. Penggunaan pestisida yang berlebihan juga merupakan tindakan pencemaran, karena sisa-sisa pestisida yang berupa endapan akan mengalir menuju ke sungai yang akhirnya akan membunuh ikan-ikan yang ada di sungai tersebut.

·         Pencemaran udara
               Masih seputar pabrik. Biasanya pabrik yang memproduksi suatu barang, pasti akan memiliki sisa bahan baku pemroduksian yang sudah tidak berguna lagi, sehingga pihak pabrik akan membakarnya. Selain itu dalam proses pemroduksian terkadang suatu pabrik juga memerlukan proses pembakaran. Pada kedua proses tadi, yakni pembakaran sampah, dan pembakaran saat memproduksi suatu barang pasti keduanya menghasilkan asap dari pembakaran tersebut. Asap tersebutlah yang mengakibatkan pencemaran udara. Selain karena warnanya yang menggangu penglihatan, bau nya juga sangat tidak sedap untuk dihirup sehingga mengganggu proses pernapasan.
               Selain pabrik, asap juga dapat ditimbulkan oleh kendaraan. Menurut penelitian terbaru, asap putih yang dihasilkan oleh kendaraan yang menggunakan bahan bakar bensin lebih berbahaya ketimbang kendaraan yang menggunakan bahan bakar solar, padahal kendaraan yang berbahan bakar solar asapnya berwarna hitam, namun ini tidak terlalu berbahaya bagi pernapasan, hanya warna asapnya yang sangat mengganggu proses penglihatan. Yang tidak kalah berbahaya lagi adalah asap rokok. Seperti yang diberitakan di health.india setelah melakukan percobaan selama 5 minggu, asap rokok itu jauh lebih berbahaya 16 kali lipat ketimbang asap yang ditimbulkan oleh kendaraan. Hal ini disebabkan karena asap yang ditimbulkan rokok dapat menimbulkan partikel-partikel halus yang berlipat-lipat terus jumlahnya yang nantinya akan mengendap di dalam paru-paru.
·         Pencemaran Tanah
Salah satu jenis sampah yang paling besar pengaruhnya dalam pencemaran tanah adalah sampah plastik, hal ini disebabkan karena sampah plastik membutuhkan minimal waktu 20 tahun untuk terurai, bahkan sejenis botol plastik dan bahan-bahan plastik lainnya yang lebih tebal membutuhkan waktu 100 tahun bahkan lebih. Bayangkan saja jika 1 orang saja membuang 1 sampah plastik per harinya, maka bisa dipastikan ada 250 jutaan sampah plastik yang di hasilkan negara Indonesia. Dan sampah itu baru bisa menghilang setelah 100 tahun, namun belum sampai 100 tahun, keesokan harinya sudah ada 250 juta sampah lagi, dan itu terus bertambah setiap harinya. Jadi sudah tidak bisa dibayangkan, seberapa banyak sampah yang telah mengotori bumi ini. Banjir di Ibukota besar seperti Bogor, Jakarta, Bandung disebabkan oleh saluran-saluran air yang tersumbat oleh sampah yang dibuang sembarangan oleh warga setempat. Sungai, selokan, maupun bendungan yang seharusnya terisi oleh air ketika hujan tiba, namun telah dipenuhi oleh sampah, sehingga saat hujan tiba sungai, selokan maupun bendungan sudah tidak bisa lagi menampung, sehingga airnya meluap dan membanjiri jalanan.

2.4   Penanggulangan Sampah yang Benar
         Dari sekian paparan di atas, sampah tentunya dapat membawa masalah bagi kita jika kita tidak mengaturnya dengan baik. Namun jika kita mau berusaha untuk berdisiplin mengelola sampah dan mau membuangnya di tempat yang seharusnya, tentunya pencemaran akibat sampah dapat dihindari, contohnya dengan cara sebagai berikut.
v  Recycle dan Reuse
Di negara-negara maju, seperti Amerika, dan Eropa mereka menjalankan program “Go Green” dengan cara memperkecil penggunaan plastik. Saat kita membeli jajanan di sana, kita pasti diberikan kantong yang berasal dari kertas recycle (daur ulang) yang berwarna coklat untuk tempat makanan kita, meski kertas daur ulang kertas ini cukup aman untuk tempat menaruh makanan. Selain itu, jika masyarakat disana perlu menggunakan plastik, misalnya saat berbelanja, maka mereka akan membawa kantong plastik sendiri dari rumah, dan kantong plastik itu akan mereka reuse (gunakan berulang-ulang) sampai sudah tidak bisa dipakai lagi. Di Indonesia sendiri sudah dipakai kantong dari kertas ini, hanya saja baru digunakan di toko-toko yang menjual baju, maupun aksesoris, belum merambah ke pedagang kecil. Selain itu, di Korea Selatan, jika masyarakatnya selesai berbelanja dari supermarket, mereka akan mengepak barang belanjaan mereka dengan kardus, sehingga dengan begitu, masyarakat disitu dapat mengurangi penggunaan plastik.Selain itu kita juga bisa merecycle plastik menjadi barang-barang yang bernilai jual, seperti menjadi tas, mantel, payung dan yang lainnya.

v  Memanfaatkan kotoran hewan
Kita bisa memanfaatkan kotoran dari sapi, kambing, maupun ayam sebagai pupuk organik. Yang tentunya pupuk ini sangat aman digunakan karena tidak mengandung bahan-bahan kimia, seperti pupuk yang di jual di pasaran. Selain itu, dengan memanfaatkan perkembangan tekhnologi yang ada, kotoran sapi, maupun babi sudah bisa diolah menjadi suatu bahan bakar, entah itu untuk mesin maupun untuk bahan bakar memasak.

v  Memberlakukan hukuman tegas bagi orang yang membuang sampah sembarangan
Kamera pengintai dipasang di tempat-tempat yang rentan akan orang yang membuang sampah sembarangan di Negara Singapura. Jika tertangkap kamera itu, mereka akan di kenai denda 500 dollar Singapura (sekitar 5 juta Rupiah) selain itu akan dipenjarakan, mendapat konseling, dan juga muka mereka akan terpampang di media cetak dan elektronik. Kemudian di Thailand, jika mereka membuang sampah permen karet sembarangan, pelakunya akan dikenakan denda sekisaran 6 juta rupiah. Mungkin hal ini dapat diberlakukan di Indonesia agar semua orang mau membuang sampah pada tempatnya. Dan yang paling penting dari hukuman itu adalah membiasakan seseorang sejak kecil untuk membuang sampah pada tempatnya, sehingga jika sudah dewasa nanti mereka sudah terbiasa membuang sampahpada tempatnya. Selain membuang sampah pada tempatnya kita juga harus memisah-misahkan sampah antara botol kaca, kaleng, plastik dan sampah organik, agar lebih mudah nanti merecycle maupun menguraikannya. 

v  Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan tidak merokok
Dengan menggunakan kendaraan umum kita dapat mengurangi pemroduksian asap dari bahan bakar bensin, sehingga kita dapat mengurangi pencemaran udara yang ada sekaligus menjaga ozon kita agar tidak terus menipis. Tidak merokok juga sangat membantu dalam mengurangi pencemaran yang ada, karena asap rokok ini jauh lebih berbahaya ketimbang asap kendaraan.









BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
       Sampah merupakan barang sisa yang sudah habis masa gunanya. Secara umum dapat dibedakan menjadi 2 yakni sampah organic dan sampah nonorganik. Dan yang paling bermasalah bagi kehidupan manusia adalah sampah nonorganik karena sampah ini sangat sukar terurai menjadi tanah, sehingga dapat menyebabkan penumpukan sampah. Sebagian orang pun juga tidak perduli tentang tata cara pembuangan sampah, ada yang membuangnya ke sungai, selokan, ke kebun, dan ada juga yang membuangnya begitu saja di pinggir jalan. Selain secara estetika hal ini sangatlah buruk, pembuangan sampah seperti itu juga dapat mengakibatkan pencemaran dan juga banjir.
       Oleh karena peraturan harus ditegaskan agar tidak ada orang yang membuang sampah sembarangan lagi. Dan yang paling penting adalah kita membuang sampah pada tempatnya itu haruslah berdasarkan kesadaran dan kedisiplinan dari diri kita masing-masing, karena dengan begitu tanpa disadari kita akan membuang sampah dengan benar pada tempatnya meskipun di daerah tempat kita tinggal tidak ada sangsi tegas mengenai itu.
Jika kita mau membuang sampah pada tempatnya setiap saat, maka setiap saat juga lingkungan kita akan terlihat bersih dan asri.

3.2 Saran
       Cara pengendalian sampah yang paling sederhana adalah dengan menumbuhkan kesadaran dari dalam diri untuk tidak merusak lingkungan dengan sampah. Selain itu diperlukan juga kontrol sosial budaya masyarakat untuk lebih menghargai lingkungan, walaupun kadang harus dihadapkan pada mitos tertentu. Peraturan yang tegas dari pemerintah juga sangat diharapkan karena jika tidak maka para perusak lingkungan akan terus merusak sumber daya.











DAFTAR PUSTAKA